Community of Practice (CoP) Sosialisasi Prinsip-Prinsip Inti Karbon (Carbon Core Principles) Sektor FOLU


Jumat, 18 September 2026

Bagaimana memastikan pasar karbon tidak hanya berjalan, tetapi juga memiliki integritas, transparansi, dan dampak iklim yang nyata?

Pertanyaan tersebut menjadi salah satu bahasan dalam kegiatan Community of Practice (CoP) Sosialisasi Prinsip-Prinsip Inti Karbon (Carbon Core Principles) Sektor FOLU yang dibuka oleh Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan SDM, Ibu Dr. Tuti Herawati, M.Si
dan menghadirkan narasumber Dr. Nurtjahjawilasa, S.Hut., MA., MAP - Widyaiswara Ahli Madya.

Kegiatan ini menjadi ruang untuk memperkuat pemahaman dan bertukar pengalaman mengenai integritas pasar karbon, khususnya bagaimana memastikan kredit karbon memiliki kualitas dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dalam materi dibahas 10 Carbon Core Principles (CCP) yang mencakup aspek tata kelola dan dampak iklim, yaitu:

 Tata kelola yang efektif
 Keterlacakan
Transparansi
Validasi dan verifikasi oleh pihak ketiga
Additionality
Permanensi
Kuantifikasi yang kuat
Pencegahan double counting
 Manfaat serta perlindungan sosial dan lingkungan
Kontribusi terhadap transisi menuju net-zero

 Dari sisi sosial, pembagian manfaat menjadi bagian penting dalam membangun pasar karbon yang berintegritas. Masyarakat Adat dan masyarakat lokal perlu ditempatkan sebagai pemilik bersama atau mitra setara, dengan proses yang adil, transparan, partisipatif, serta menghormati hak dan tata kelola lokal.

 Melalui Community of Practice, pembelajaran menjadi ruang untuk tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga berbagi pengalaman, mendiskusikan tantangan, dan membangun pemahaman bersama.

Bagi Indonesia, penguatan pasar karbon diarahkan pada tiga hal penting: pasokan kredit berkualitas, permintaan yang kredibel, serta ekosistem pasar yang saling terhubung melalui penguatan data, metodologi, kapasitas, registri, standar, dan koordinasi lintas lembaga.

Belajar bersama. Berbagi pengetahuan. Memperkuat integritas pasar karbon untuk mendukung aksi iklim dan pengelolaan hutan yang berkelanjutan.

Berita Lainnya